Tuesday, 25 May 2010

Never thought Danau Buatan could be this good (in photo :)

Minggu, 23 Mei 2010, saya dan karu-karu bener2 bingung mau ngabisin weekend kemana. Mal lagi, mal lagi..bueeeh.., bosan =_=..saya butuh sesuatu yang berbau alam, sehijau pepohonan, sebiru langit, sewangi tiupan angin, halah! Kami memutuskan ke wisata Danau Buatan di daerah Rumbai, Pekanbaru. Katanya disana lumayan bagus. Kata karu ada bebek-bebek yang bisa disewa di danau. Saya excited banget denger ada bebek-bebek, sampe ngancam "awas kalo ga ada bebek-bebek, kak yang ika jadiin bebek-bebek!" :D

Pukul 1430 kami menuju Danau Buatan, sekitar 30 menit dari pusat kota Pekanbaru. Tak lupa beli bekal buat piknik, keripik kentang, kuaci, dan air mineral. Bayar karcis masuk Rp4900/orang, lumayan murah. Terus menelusuri jalan, mulai terlihat danau, disuatu lokasi yang paling rame ada yang dangdutan pake organ tunggal, oo mak jang! :D hiburan rakyat ini :) Di kirinya ada flying fox yang hanya buat anak-anak (mengecewakan :( plus arena outbound yang mengkhawatirkan, sepertinya enggak dirawat dengan baik.

Kami memilih lokasi nyaman, beralas rumput hijau langsung menatap kearah danau. Biasa saja disini. Saya pikir kalau pemerintah lebih serius memenejnya akan menjadi sumber pendapatan yang bagus. Warga Pekanbaru haus wisata alam seperti ini, paling banter Alam Mayang, itupun bosan juga, enggak ada variasi. Fasilitas umum tidak mendukung, perahu-perahu yang disewakan dibuat dengan "ketidakseriusan", papannya mulai terlihat lapuk, tertambat sembarangan di tepi danau. Beberapa perahu yang tidak dipakai lagi dibiarkan "menyampah" di pinggir danau. Belum lagi harga sewanya mahal, Rp30.000/kapal kalo mau kayuh sendiri dan pegel, Rp60.000 kalau "disupirin." Dan ternyata, ga ada bebek-bebek di sono. Tak jadi naiklah, kalo gitu.

Saya dan karu berpoto-poto di jembatan yang lagi-lagi sudah lapuk, tidak dipakai lagi, beberapa papan sudah lepas. Sebenarnya ga bagus, entah kenapa ada juga yang poto pre-wed disini, hihihi...


Kami keluar area wisata melanjutkan ke pinggiran danau. Wooow...ada padang ilalang di sisi danau sebelah sini, tentu saja jadi backround poto yang keren! Saya serasa jadi Machicha Muchtar dengan tembang dangdutnya "Ilalang-ilalang....menghalangi pandangaaaaannn...>,<" Tapi tiba2 diinterupsi abang-abang yang mancing di tepi danau "mbak-mbak, permisi, pancingan saya keinjek tuh!" hehehe...


Tak pernah terpikir, akan bagus hasil potonya. Di padang ilalang dengan latar belakang danau, hutan dan langit biru, indah! Saya sempat mau bohong kalau teman2 tanya ini di mana? mau jawab, "di Ostrali"..hahaha..Sayangnya beberapa meter dari lokasi indah ini, ada pondok-pondok kecil yang mencurigakan. Setelah saya amati (dan sempat disuruh mampir sama mbak-mbak penjaganya), saya jadi mafhum, itu tempat esek-esek sodara-sodara!

Tuh, kan?! Gimana mau menjual wisata danau buatan kalau ga "tertib" begitu :D

2 comments:

  1. hahaha.. saya suka bagian pancing saya keinjek tuh..
    untung gak bilang mbak-mbak.. hati2 kepala saya keinjek.. hahaha..

    ReplyDelete
  2. wahahha...mbak kepala saya keinjek, sesak napas nich! :D

    ReplyDelete

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...