Monday, 31 May 2010

Saya Memang "Kampungan" (Home Sweet Home)


Home Sweet Home, saya yakin sudah banyak tulisan mengenai ungkapan yang satu ini. Memang begitulah, tidak akan habis cerita mengenai rumah yang bagaikan surga. Saya merujuk kepada rumah dikampung. Saya selalu rindu kampung. Baru kemaren dari kampung, sekarang sudah rindu lagi. 

Saya paling senang menghabiskan waktu tiduran dibagian atas rumah, menatap langit biru, ditemani sirop dingin. Menikmati semilir angin, mendengarkan dengan seksama suara kucing, anjing, ayam, burung. Mengamati persawahan di belakang rumah, tersenyum menatap anak sekolah yang berjalan kaki pulang sekolah. Mengamati kegiatan orang-orang yang lewat di depan rumah. 


rumput utk makan ternak dulunya dibawa dengan 'osoh', gerobak dari kayu yg ditarik kerbau. Tapi sekarang lebih efisien dibawa dg sepeda motor, namun jika pemerintah benar akan "memaksa' pemakai sepeda motor menggunakan pertamax, barangkali "osoh" will be back to the ground ;D.
Pulang kampung juga melepas rindu dengan masakan ibunda. Setiap kali saya pulang selalu saja ada masakan spesial, yang sering dari bahan daging. Saat di rumah kemarin, Mama saya membelikan satu ekor singgang ayam special (Singgang ayam dimasak dengan kuah santan dan bumbu gulai sampai seluruh kuah mengering dan meresap ke daging ayam:)

Namun, bukan itu saja yang membuat saya rindu masakan rumah. Saya lebih rindu akan masakan sederhana seperti samba lado jo pucuak ubi (sambal cabe dengan sayur rebusan daun singkong) di makan dengan nasi panas, uh...ah..nikmat luar biasa sampai keringatan. Saya juga suka samba uwok Simauang. Simauang adalah Kluwak yang biasa di masak untuk rawon atau sop konro. Samba Uwok (saya yakin maksudnya Uap), terbuat dari campuran Simauang, cabe merah giling, ikan asin, air, yang dimasak diatas nasi menjelang kering saat masih beruap (memasak nasi dengan cara tradisional). Kadang di campur terong. Waaahh...si hitam yang satu ini luar biasa enak!!

Kegiatan lain yang paling sering saya lakukan adalah memasak. Adik laki-laki saya sering mengejek saya sok Chef professional, karena kadang asal masak saja. Saya biasa mengubek-ubek isi kulkas, dan memasak apa saja yang saya rasa enak.     
      


    
Saat di rumah kemaren saya juga memasak tumis Pensi, kerang kecil yang umumnya dijual oleh pedagang ikan dari Danau Maninjau, biasa di masak untuk camilan atau lauk.

Kadang saya memancing di kolam dibelakang rumah (walaupun jarang sekali dapat ikan..:) Atau memetik kelapa muda dari pohon kelapa yang tumbuh di depan rumah.
Semua yang ada di rumah, selalu membuat rindu. Tak heran setiap kali balik dari kampung, saya selalu kangen lagi. Home is where the heart is. Meskipun saya pergi kemana-mana, tapi hati saya tertinggal di rumah di kampung. Saya memang "kampungan." :D

2 comments:

  1. saya jadi bingung mbak, agamnya dimana nih?
    soalnya, kalo saya himpun informasi dari tulisan ini, saya kehilangan jejak keberadaan kampung mbak. gunung pasaman, osoh, simauang dan pensi...

    hehe.. saya dari agam soalnya, jadi penasaran juga

    ReplyDelete
  2. di Kecamatan palembayan, stlh Matur>Lawang..

    ReplyDelete

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...