Monday, 14 June 2010

Captain Underpants and the Attack of the Talking Toilets (Kapten Kolor dan Serangan Toilet Cerewet) Dav Pilkey, 1999



Novel epik ketiga karangan Dav Pilkey. Tentang dua anak "bandel" George Beard dan Harold Hutchins yang menciptakan komik dengan tokoh super hero Kapten Kolor. Kapten Kolor sebenarnya adalah kepala sekolah mereka Mr Krupp yang berubah jadi Kapten Kolor tiap kali mendengar seseorang menjentikkan jari.

Di novel ketiga ini, George dan Harold tidak dibenarkan mengikuti Konvensi Invensi kedua tahun ini di sekolah Jerome Horwitz, setelah kekacauan yang mereka timbulkan di konvensi tahun lalu. Mereka lagi-lagi membuat kacau konvensi tahun ini, mengganti air dengan tinta India di mesin pencuci anjing otomatis, mengganti bola pingpong dengan telur di mesin servis pingpong otomatis, dan mengisi miniatur gunung dengan puding butterscoth pada detektor gunung berapi. Lagi-lagi mereka ketahuan dan kena detensi di ruang kelas. Selesai memenuhi papan tulis dengan tulisan "Aku tidak akan pernah melakukan apa pun yang membuat marah kepala sekolah-ku yang ganteng dan keren, Mr Krupp," mereka menggambar komik tentang kisah serangan toilet cerewet.

Saat ingin memphotocopy komik karangan mereka, mereka menggunakan PATSY 2000, mesin penemuan Melvin Sneedly, anak jenius yang ikut serta di konvensi invensi, dengan mesin photocopy ciptaannya yang dapat mengubah gambar satu dimensi menjadi gambar tiga dimensi yang dapat bernapas dan bergerak. Muncullah toilet cerewet yang menelan seluruh guru-guru di sekolah. Kapten Kolor pun beraksi!

Novel anak ini menarik karena dilengkapi dengan gambar yang tidak akan membuat bosan anak untuk membaca. Hasil gambarnya pun terlihat seperti gambar anak-anak dengan warna hitam putih. Dilengkapi dengan Flip o-rama, memungkinkan kita melihat gambar seperti animasi dengan cara membuka beberapa halaman dengan cepat. Menarik. Karena isinya tentang George dan Harold yang kelewat "kreatif" (alih-alih menyebut mereka bandel) anak-anak perlu mendapat bimbingan orang tua untuk membaca novel ini. Atau sebenarnya novel ini ditujukan bagi orang tua agar lebih memahami anaknya? Karena menurut saya, meskipun George dan Harold sering jadi biang kerok di sekolah, di lain pihak mereka anak yang kreatif. George mengarang cerita dan Harold melukiskannya dalam bentuk komik. Saya selalu punya kekaguman tersendiri terhadap anak-anak yang "bandel" tapi kreatif seperti ini :) Barangkali kita, orangtua, atau guru-guru hanya memandang mereka dari satu sisi atau tidak bisa mengakomodir dan memfasilitasi ide "gila" mereka.

Dan menurut saya, tokoh George dan Harold adalah representasi dari Dav Pilkey, sang penulis. Simak deskripsi singkat tentang penulis yang diterangkan dibagian belakang novel.

"Ketika Dav Pilkey masih anak-anak, para guru menilainya sebagai "biang kerok", "berkelakuan ajaib", dan "sikapnya perlu perbaikan besar-besaran." Di sekolah, Dav biasa ditemui di ruang hukuman, sedang menulis kalimat-kalimat janji yang menyatakan "lain kali ia tidak akan berbuat begitu...atau begitu." Kalau tidak di ruang hukuman, ia biasa berada di meja pribadinya yang ditempatkan di koridor di luar kelas...menghabiskan waktunya dengan mengarang dan menggambar komik karyanya sendiri yang bercerita tentang petualangan superhero...Kapten Kolor. Dav selalu memimpikan kisah Kapten Kolor-nya diterbitkan. Dan sekarang mimpi itu jadi kenyataan."

Saya suka Kapten Kolor, TRA-A-LAAA :D

June 13, 2010



No comments:

Post a Comment

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...