Tuesday, 29 June 2010

Sunset di Pantai Padang :)


Empat tahun kuliah di Padang rasanya tidak lebih dari lima kali saya main ke pantai Padang. "Taplau" (Tapi Lauik/Tepi Laut) begitu sebutan populernya, hanya berjarak sekitar 1 kilometer sari kost-an saya di Jln. Perak.  Saya sangat jarang main ke Taplau, lebih sering main ke Gramedia, padahal Taplau enggak begitu jauh dari Gramedia. Dulunya, saya pikir Taplau identik dengan tempat esek-esek, katanya memang ada pondok-pondok mencurigakan yang disewakan untuk hal-hal demikian, tapi kemudian, saya dengar pemerintah Kota Padang melakukan penertiban, syukurlah..:) Meskipun demikian, ada masalah lain, pengamen! Baru aja nongkrong, mereka udah genjreng! genjreng! genjreng! Wewewewewew..nyanyi-nyanyi lagu ga jelas, dan "misi da, misi ni", sambil menyodorkan kantong bekas permen, minta duit. Sialnya, mereka bener-bener ga berperasaan, usai dua orang ngamen, eh, datang lagi dua orang. Lama-lama di sana bisa kere karena nafkahin tukang ngamen aja!

Rasanya kunjungan terakhir saya (yang seru) ke Taplau adalah saat pergi bersama teman-teman kuliah  usai syukuran kelulusan di rumah Inyiak Yuliandri. Sekitar 2,5 tahun lalu. Sabtu kemaren, 26 Juni, saya ke Padang, mengunjungi Bia, sahabat saya, dan menghadiri wisuda Ale Levandra Balti dan Mister Novra Hadi. Usai menghadiri wisuda ,bersama Bia dan Quyat, saya menyusuri Taplau di sore hari yang cerah. Kami berjalan ke arah Purus, yang kata Quyat sekarang seperti mini Bali. Saya belum pernah ke Bali sih, tapi di sini cukup bagus, di tepi pantai terdapat ratusan meja dan kursi dengan payung warna-warni. Orang dewasa duduk-duduk menikmati langit sore, sambil melihat anak-anak berenang dan main pasir pantai. Dan sama sekali tidak ada pengamen di sini. Kami berpoto-poto, tertawa-tawa sambil berjalan menyusuri pantai. Di bagian ujung dibangun tembok yang agak menjorok ke laut, banyak yang duduk-duduk menikmati semburan ombak Purus. Sebagian anak tengkurap di pasir seolah lagi sun bathing, sebagian sibuk membentuk pasir, mau buat istana sepertinya, dan seseorang sibuk mengintip sesuatu ke balik celananya, sepertinya kemasukan pasir, heehehe :D

Menjelang sore, sinar jingga terlihat indah di langit, pantulannya membuat air laut seperti berwarna keemasan, awan berarak laksana "itiak pulang patang" kata Quyat. Kesemua itu menciptakan pemandangan dramatis yang indah, kata Bia :) ditambah siluet kami, menciptakan poto yang mengagumkan, halah!. Saya terkesan.

pantai purus, Padang in black & white

siluet, dengan background langit senja yg indah

tiga petualang..hehehe

playing on the seaside :)payung warna warni


Di sebelah kanan, terlihat sesuatu sedang di bangun, dengar-dengar pemko Padang akan menjadikan kawasan ini sebagai Padang Bay City. Semoga saja itu terealisasi dengan baik. Jika ini serius di kembangkan, barangkali akan membantu pemulihan Padang, untuk mengembalikan kepercayaan turis bahwa Padang pantas untuk dikunjungi, terutama pasca gempa tahun lalu.

Ah...indahnya Sunset di Pantai Padang >_<



5 comments:

  1. saya suka.. saya suka.. (ala mei mei..)

    semoga pemimpin baru nantinya bisa melihat potensi pantai padang yang jika dikelola dengan benar bisa menarik wisatawan dan masyarakat Padang sendiri untuk mencari alternatif tempat liburan yang NYAMAN bagi semua kalangan.. (agak serius stek ni.. maklum berharap banget..)

    ReplyDelete
  2. Pantai padang memang menyimpan berjuta pesona bagi pengunjungnya, namun jika kita sedikit menyorot sosial kemasyarakatannya maka hati kita akan perih dan pilu....

    Semoga saja muncul ide-ide penyelamat untuk kondisi sosial pantai padang...

    ReplyDelete
  3. Rika.. sangat inspiratif :)

    ReplyDelete

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...