Sunday, 16 January 2011

Berbeda dan Saling Menyayangi, Double Act, Jacqueline Wilson



Double Act, 1995 adalah buku Jacqueline "Jacky" Wilson ke-3 saya. Berkisah tentang kembar identik Ruby dan Garnet yang sangat mirip secara fisik tapi begitu berbeda sifatnya. Ruby lebih aktif,banyak bicara, ceria, percaya diri, dan terkesan "bandel." Sementara Garnet adalah kebalikannya, pendiam, tidak percaya diri, terkesan anak baik2.

Ruby dan Garnet begitu bahagia tinggal bersama Dad dan Gran, nenek mereka. Meskipun Mum sudah meninggal, hari2 begitu ceria. Namun kemudian semua berubah saat Rose pacar baru Dad yang "sok akrab" sering datang ke rumah dan mengalihkan perhatian Dad dari Ruby dan Garnet. Gran juga tidak terlalu menyukai Rose, terlebih saat Rose memanggil Dad, dengan sebutan "Ricky."

Keadaan semakin tidak menyenangkan bagi Ruby dan Garnet karena Dad berhenti dari pekerjaannya, membeli sebuah toko di pedesaan untuk berjualan buku2 bekas, dan yang terburuk dari semua itu Gran dikirim ke penampungan dan Ruby dan Garnet harus tinggal bersama Dad dan Rose!

Di tempat tinggal baru di pedesaan si kembar merasa tidak kerasan terlebih dengan rombongan anak cowok yang diketuai si gendut yang mereka sebut Gumpalan selalu mengganggu. Suatu hari, Ruby dan Garnet merencanakan pelarian dari toko, mereka memilih ikut audisi kembar cewek untuk peran Si Kembar di St Clare karya Enid Blyton. Ruby berhasil meyakinkan juri dengan bakat aktingnya, namun Garnet yang pemalu tidak bisa menunjukkan yang terbaik, terlebih saat Dad tiba2 muncul di samping panggung dan membuyarkan konsentrasi Garnet. Meskipun Ruby tampil bagus, namun Garnet menggagalkan mereka di audisi.

Ruby meminta Garnet menulis surat ke sekolah St Clare yang dijadikan tempat pengambilan gambar film si Kembar di St Clare, sekolah tersebut begitu luar biasa, dengan asrama, lapangan kriket, dan panggung drama. Kepala sekolah St Clare mengizinkan mereka mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa di St Clare namun sekolah tersebut hanya membutuhkan satu murid perrempuan, karena seorang murid mengundurkan diri.  Akhirnya Garnet lah yang diterima di St Clare. Ruby awalnya tidak bisa menerima, meskipun Garnet mengatakan tidak ingin pergi ke sekolah tersebut, Ruby menolak berteman lagi dengan Garnet, Ruby tidak ingin Garnet menjadi kembar identiknya lagi, Ruby bahkan memotong cepak rambut kepang duanya agar tidak terlihat sama lagi dengan Garnet, dan membuat Garnet semakin sedih. Selama liburan musim panas, di saat Garnet bersiap utk sekolah barunya, Ruby menemukan jatidiri nya. Dia menjalani hobi nya sendiri, berkelahi dengan Gumpalan namun akhirnya berteman, dan punya buku catatan harian sendiri, tanpa ada cerita Garnet di dalamnya. Namun, di hari terakhir liburan Ruby mulai merasa begitu sedih dengan kepergian Garnet, Rose menghibur Ruby. Ruby akhirnya meminta maaf kepada Garnet dan menjelaskan kalau dia hanya iri dan menyatakan mereka tetap teman dan kembar selamanya.
.  .  .  .


Beberapa hal yang menarik;

  1. Kita tidak harus punya segala sesuatu sama untuk saling mencintai. Ruby dan Garnet begitu berbeda namun mereka telah terikat dengan kasih sayang yang tidak bisa dipisahkan oleh perbedaan. Ini juga berlaku dalam persahabatan, sering kali kita menemukan sekelompok orang menyisihkan orang lain karena dianggap beda atau alien di lingkungan mereka. Orang dengan pikiran sempit mengharuskan seseorang yang ingin masuk ke lingkungannya memakai dress code yang sama, punya pola pikir sama, minat sama, gadget sama, bahkan suka cowok yang sama, hahaha.. padahal semua sama itu begitu membosankan! Persahabatan akan semakin indah jika kita menerima perbedaan dan keunikan masing-masing pribadi. Respect terhadap ketidakseragaman akan menjadikan persahabatan lebih dinamis, berwarna, dan tidak monoton seperti hidup Squidward Tentacles. Hi, Spongebob! Hahaha…

  1. Jadilah diri sendiri agar kita bisa tahu dengan kekayaan dan potensi diri. Ruby barangkali tidak akan bisa ke kursus drama jika masih dibayangi Garnet, begitu juga Garnet yang mungkin tidak akan berkembang karena senantiasa diwakili Ruby.


  1. Berfikiran positif terhadap hal baru dan lingkungan baru akan membawa kita pada hal2 positif juga. Rose ternyata tidak seburuk yang dibayangkan, pedesaan dan sekolah nya juga akhirnya bisa membuat Ruby betah karena akhirnya dia berteman dengan Gumpalan dan pergi ke kursus drama bersama Rose.


.  .  .  .

No comments:

Post a Comment

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...