Saturday, 22 January 2011

Perjalanan Bijak Dorothy Menemui “The Wizard of Oz” oleh L. Frank Baum

 Hei, teman, ayo ikut Dorothy menuju Kota Zamrud menemui Penyihir Hebat Oz! Saya menyebutnya “Perjalanan Bijak Dorothy”. Let’s go! :)

Dorothy tinggal bersama Paman Henry dan Bibi Em di padang rumput Kansas yang gersang dan serba abu-abu. Tiba-tiba angin puting beliung menerbangkan rumahnya, dan ketika tersadar, Dorothy sudah berada di negeri para Munckin. Beruntung sekali rumahnya menimpa Tukang Sihir Jahat dari Timur dan membebaskan para Munchkin dari perbudakan. Agar bisa kembali ke Kansas, Dorothy harus menemui Penyihir Oz di Kota Zamrud. Bersama Toto si anjing kecil, Dorothy memulai perjalanan menemui Penyihir Oz. 

Menyusuri jalan bata kuning menuju Kota Zamrud, di perjalanan Dorothy bertemu boneka jerami dan menyelamatkannya dari tiang pancang di tengah ladang gandum. Boneka Jerami memutuskan ikut bersama Dorothy karena dia ingin meminta otak kepada Penyihir Oz. “Aku tidak begitu peduli jika kaki dan tanganku berisi jerami, karena dengan begitu aku tidak mungkin terluka. Jika seseorang menginjak kakiku atau menusukkan jarum ke tubuhku, tidak apa-apa karena aku tidak bisa merasakannya. Tetapi aku tak mau orang memanggilku bodoh, dan jika kepalaku tetap berisi jerami bukannya otak, seperti dirimu, bagaimana aku bisa mengetahui sesuatu?” (26) 

Sebuah kalimat bijak yang “tanpa sadar” diucapkan oleh boneka jerami yang selalu menganggap dirinya bodoh karena tidak memiliki otak. Kalau saya menerjemahkannya barangkali seperti ini,” saya tidak peduli betapa jelek pakaian yang saya gunakan, selama saya tidak bodoh maka itu bukanlah sebuah masalah. Saya tidak perlu khawatir akan kehilangan barang karena secara materi saya memang tidak memiliki banyak benda, namun satu-satunya yang saya khawatirkan adalah tidak memilki kecerdasan. Saya menginginkan otak agar saya paham ilmu pengetahuan.” 

Simak juga percakapan bijak berikut, saat Boneka Jerami merasa heran kenapa Dorothy begitu ingin kembali ke Kansas dan tidak memilih tinggal di negeri permai para Munckin.

Boneka Jerami, “Aku tak mengerti mengapa kau ingin meninggalkan negeri permai ini dan kembali ke tempat yang kerontang dan kelabu yang kau sebut Kansas itu.” (30)

Dorothy,”Tak peduli sekering-kerontang atau sekelabu apa pun rumahmu, kami, manusia, lebih memilih untuk tinggal di rumah daripada di tempat lain. Tak ada tempat senyaman rumah.”
  
Home is where the heart is, begitu kata orang-orang bijak, dan saya setuju.

Di perjalanan, selanjutnya, Dorothy bertemu dengan Tin Woodman,  si penebang kayu yang seluruh tubuhnya telah diubah oleh Tukang Sihir jahat menjadi timah. Tin Woodman tidak dapat berbuat apa-apa sejak setahun lebih hingga datang Dorothy menyelamatkan dengan mengolesi minyak ke engsel-engsel tubuh timahnya yang sudah berkarat.Tin Woodman tidak menyesali tubuhnya yang diubah menjadi timah, satu-satunya yang dia sesali adalah kehilangan hati yang pernah mencintai seorang gadis. Tin Woodman memutuskan ikut dengan Dorothy menemui Penyihir Oz dengan harapan bisa diberi hati yang baik. “… aku pernah punya otak dan juga hati; jadi, karena aku pernah punya keduanya, aku lebih senang jika punya hati.” (44) Namun, Boneka Jerami yang menginginkan otak punya jawaban lain“…orang bodoh tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hati jika dia memilikinya.” (45)(Lagi-lagi kalimat bijak dari seseorang yang menganggap dirinya bodoh). Tin Woodman tidak mau kalah, “Aku tetap memilih hati,…karena otak tidak membuat seseorang bahagia; dan kebahagiaan adalah hal yang terbaik di dunia.” (45) “Kalian yang memiliki hati,…punya sesuatu yang memandumu, dan tidak akan melakukan hal yang salah,…” (53).

Nah, bagaimana menurut anda? Jika diminta memilih antara hati dan otak apa yang akan anda pilih? Kalau saya keduanya, hehehe..Beruntung sekali betapa adil Tuhan menciptakan kita. Memberikan kita otak atau akal, agar kita dapat belajar banyak hal, memahami banyak ilmu pengetahuan, namun agar manusia tidak menjadi orang pintar yang angkuh, Tuhan memberikan penyeimbang, sebuah hati, segumpal darah yang menentukan segalanya, kontrol setiap tindakan, apakah manusia dengan bekal akal akan menjadi orang pintar yang berguna bagi sesama atau hanya akan jadi yang orang tahu segala hal tapi seolah seperti robot besi tanpa hati dan perasaan. Akal dan kepintaran kadang membuat seseorang merasa mampu menggenggam dunia, namun hati yang bersih akan menyadarkannya bahwa Tuhanlah raja dari segalanya.

Teman kita Dorothy lagi-lagi bertemu dengan teman baru. Kali ini Singa (yang selalu menganggap dirinya) Penakut. Tidak seperti raja hutan seharusnya, Singa Penakut bahkan tak berani menunjukkan taringnya saat Dorothy memukul hidungnya karena menyerang boneka jerami dan Toto. Kasihan Singa, dia menangis sambil mengusap hidungnya dengan ujung ekor, hihihi. Singa juga memutuskan ikut dengan Dorothy karena menginginkan Penyihir Oz dapat memberikannya keberanian.

Setelah melalui perjalanan yang panjang, Dorothy dan teman-teman akhirnya sampai di Kota Zamrud yang mengagumkan dan serba hijau. Saat berhadapan dengan Penyihir Oz, Dorothy bertemu sosok kepala besar, Boneka Jerami menemui Oz dalam rupa perempuan cantik, Tin Woodman melihat Oz adalah mahkluk yang mengerikan, dan Singa penakut bertemu dengan Oz yang berwujud api mengerikan. Namun, pada akhirnya, semua terungkap bahwa Oz ternyata hanyalah seorang ventriloquist-ahli bicara perut dan circus baloonist, yang datang dari Omaha, daerah yang tidak jauh dari Kansas tempat tinggal Dorothy. Dia tersesat saat tiba-tiba balon udara yang dinaikinya mendarat di Kota Zamrud. Orang-orang di Kota Zamrud menganggapnya Penyihir Hebat karena datang dari awan, dan begitulah, sejak saat itu dia menyebut dirinya Oz Yang Agung.  Namun, demikian, Oz tak lebih dari seorang tukang tipu yang menggunakan keahlian sirkusnya untuk menciptakan beberapa bentuk dan rupa, ditambah dengan keahliannya sebagai ventriloquist Oz semakin meyakinkan sebagai penyihir hebat bagi rakyatnya. Layaknya seorang pemimpin penipu yang memainkan beberapa peran dan menggunakan seribu topeng kepalsuan, Oz berhasil membuat semua rakyat Kota Zamrud percaya bahwa kota mereka benar-benar hijau seperti Zamrud, padahal dia hanya mewajibkan setiap orang yang memasuki Kota Zamrud menggunakan kacamata, dengan alasan agar mata tidak rusak terkena silaunya Zamrud, kenyataannya, kacamata itulah yang berwarna  hijau.

Pemimpin pembohong memang seperti tukang tipu dengan seribu wajah. Berwajah baik di satu sisi, namun di sisi lain memiliki wajah penjahat, bergelar menteri kesejahteraan rakyat, disisi lain kerjanya menyengsarakan rakyat, bernama Gayus di suatu masa, eh, tiba-tiba bernama Sony saat mau ke Bali. I hate you idiots in government! Turunkan harga cabe! >,<

Meskipun topeng kepalsuannya telah terungkap, Dorothy dan teman-teman tetap menginginkan permintaan mereka dikabulkan. Sudah kepalang tanggung jadi penipu, Oz berjanji akan mengabulkan permintaan mereka (baca Oz melanjutkan aksi tukang tipunya). Dan inilah “ilmu sihir” si penipu ulung. Dia memberikan boneka jerami sebuah otak yang sebenanrnya hanyalah sejumput dedak dengan sejumlah peniti dan jarum, agar otaknya tajam, begitu kata Oz. “Aku merasa sangat bijaksana”, kata boneka jerami usai dipasangkan otak di kepala jeraminya. Hati untuk Tin Woodman hanyalah sutra yang diisi dengan serbuk gergaji. Tin woodman merasa sangat bangga dengan hatinya dan tidak peduli meskipun ada tambalan di dada kalengnya. Singa menjadi raja hutan setelah Oz memberikannya ramuan keberanian. Dan Dorothy, berhasil kembali ke Kansas meskipun tidak dengan bantuan Oz, tapi dengan kekuatan sihir sepatu perak milik penyihir jahat dari timur yang telah tanpa sengaja dibunuh Dorothy diawal perjalanan.

Sudah banyak yang mereview “The Wizard of Oz”, bahkan dengan pendekatan historis dan politis, namun saya lebih memilih review ringan saja dan mengambil pelajaran dari sebuah bacaan yang menyenangkan (Siapa bilang bacaan anak dangkal makna J. Menurut saya, Boneka Jerami, Tin Woodman, dan Singa Penakut hanya terperangkap dalam pikiran-pikiran buruk yang mereka ciptakan sendiri. Boneka Jerami menyebut dirinya bodoh, nyatanya dia yang paling banyak menyumbang ide selama perjalanan, begitu juga dengan Singa, hanya dengan sugesti ramuan keberanian, dia kemudian menyelamatkan penghuni rimba dari laba-laba mengerikan dan menjadi raja rimba. 
Sudah ya, capek juga ngetiknya (-,-)…:D :D ;D…
                                                                                                                
.  .  .  .

1 comment:

  1. baiklah.. ditunggu note berikutnya..
    bagian paling saya suka adalah "turunkan harga cabe" hahaha..

    ReplyDelete

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...