Friday, 18 February 2011

Cheongsam Transformation *versi saya :)

Menjelang perayaan tahun baru China, 3 Jan 2011, bos saya,seorang diplomat yang baik hati,akan mengadakan resepsi makan malam untuk para relasinya di Pekanbaru. Beliau seorang Chinese, meskipun demikian, perayaan ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang China saja karena pada prinsipnya perayaan ini menyebarkan kebahagiaan dan kegembiraan akan datangnya tahun baru yang penuh harapan bagi semua orang (bahkan anak-anak staff di kantor diberi angpao dengan amplop merah yang lucu :).



Saya jatuh hati dengan Cheongsam atau qipao, dress perempuan China yang menurut bos saya diperuntukkan bagi perempuan bertubuh kurus, dan berniat ingin membuat sebuah "Inspired by cheongsam dress." Saya coba mencari referensi, beberapa gambar di google, dan kebetulan sekali Adey Lim, salah seorang kontributor di The Sew Weekly juga membuat sebuah dress dengan model cheongsam.


Kebetulan lainnya, Kompas Minggu, 23 Jan 2011, membahas transformasi cheongsam, dan dari sanalah judul post kali ini saya ambil.



Saya merasa tidak cocok memakai pakaian dengan potongan pas badan seperti cheongsam konvensional, maka bahasan Kompas diatas memberi saya ide untuk sebuah dress dengan mengambil inspirasi dari cheongsam.

Suatu kali, saya pernah baca artikel Kompas bahwa perayaan tahun baru China pada awalnya merupakan perayaan untuk panen yang sukses. Warna merah dan emas yang mendominasi perayaan tersebut menyimbolkan kekayaan dan kemakmuran. Saya sangat menyukai warna merah khas pada perayaan Imlek, suka sekali! Kebetulan sekali ketemu kain dengan warna merah yang saya inginkan. Kata si penjual nama kainnya Rosella, saya suka si Rosella ini, lembut dan tidak gampang kusut.

dalam pikiran saya, mau buat dengan bentuk kerah cheongsam seperti ini,



tapi, ternyata terlalu simple dan rasanya ada yang kurang deh...mmhh..
saya coba kasih bisban di bagian kerah, tapi aduh, repotnya luar biasa! pasang bisban kelihatan sepele, tapi susah minta ampun, entah karena kain bisabannya yang gampang sobek,entah emang saya yang ga ngerti, FYI, bisban di bagian dada itu sampe berlapis tiga! saking repotnya saya masang. Akhirnya, bisban di kerah gagal. saya frustasi dan kebingunan, ubek-ubek kaleng alat-alat jahit (saya nyimpan peralatan jahit di kaleng bekas kue oleh-oleh dari bos..:p), heiii...ada hiasan tempel warna emas! coba pasangkan ke kerah, ah, terlalu besar, kerahnya jadi ga kelihatan..mmhh...potong saja! dan beginilah jadinya..:D





seperti biasa, setiap kali saya membuat karya baru, selalu banyak ilmu yang didapat. satu lagi, saya sering bermasalah dengan bagian badan, kalau tidak kebesaran, maka kekecilan, jadinya "cadangan lemak" saya terlihat :p


with my friend Dwi


























Happy Chinese New Year *buat yang merayakan, may the Rabbit bring you a properous year :D
 

2 comments:

  1. Permisi, saya juga suka jenis2 baju chinese seperti itu.. bisban emas itu belinya biasanya dimana ya?

    ReplyDelete
  2. dimna beli bias tape emas ya?

    ReplyDelete

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...