Saturday, 30 April 2011

A Short Break in Bukittinggi

Zaman saya sekolah dulu agak sulit mencari tempat yang enak  untuk nongkrong di Bukittinggi. Paling sering ke warung bakso di dekat rumah sakit Ibnu Sina atau tempat lain di warung bakso Bunga Tanjung, di los lambuang atau pasar Putih. Sekali-sekali ke KFC, karena uang saku terbatas ga bisa sering-sering, dan jelas-jelas saya dan teman-teman ga bisa nongkrong di warung nasi Padang, ga enak banget ngobrol sambil denger uda-uda pelayan teriak-teriak, "tambuah ampek!" "gulai ayam meja tigo!" :D

Minggu lalu saya pulang kampung, Bukittinggi terasa seperti kota klasik yang pantas dinikmati, saya menyesal, waktu "muda" tidak sepenuhnya menikmati kota ini, tapi yah, itu tadi, jaman dulu tempat nongkrong yang asik agak terbatas, setidaknya sepanjang pengetahuan saya. Tapi, sekarang Bukittinggi sudah punya Pizza Hut, dan yang teranyar dan juga favoritnya anak muda Bukittinggi adalah Hau's Tea. Mmmhh..saya agak kurang yakin di jalan apa, tapi kalo ga salah Jl. Ahmad Yani, yang penting sebut aja Kampung China-nya Bukittinggi. Hau's Tea menempati bangunan lama yang direnovasi ulang dengan suasana yang cukup cozy, dan yang paling bikin cozy, setidaknya menurut saya, anak-anak muda pada bawa laptop dan dengan riang gembira menikmati wi-fi gratis. :) Zaman saya dulu mah ga ada banget yang beginian, boro-boro bawa laptop, mau kursus komputer aja mahalnya minta ampun, belom lagi warnet yang lelet gila sejagad.

Menu di Hau's Tea campuran ala Barat, semacam steak, spaghetti, hot plate, pitta, dan jajanan yang enak dinikmati sambil ngobrol. Saya rekomendasikan anda coba cakwe rasa original dengan saos asam manis, campuran cabe, tomat, dan nanas, nikmati selagi hangat, dan jangan lupa pesan jus stroberi, yang katanya paling laku disini.

Jus stoberi nikmat di Hau's Tea Bukittinggi
Jika ingin lebih merasakan atmospere kota Bukittinggi sambil makan, ambillah meja di teras Hau's Tea dan jangan lupa melepaskan pandangan anda ke sekeliling. Bangunan ruko-ruko lama memberikan sensasi serasa berada di kota tua yang eksotis. Beberapa sudah saya kenal baik, sebuah ruko milik Chinese yang menyediakan jasa pembuatan gigi palsu, Toko Kue Mekar di ujung jalan, ah, saya rindu masa-masa puber di kota ini :)

Minggu lalu, Bukittinggi sangat dingin dan hujan turun sangat lebat, saya dan Ani, adik perempuan saya, sempat bertemu dengan Quyat, teman saya, dan kami merasa perlu memesan satu piring  lagi cakwe rasa original.

.  .  .  .

3 comments:

  1. favorit saya disini tentunya teh poci, trus karna keenakan ngobrol tehnya abis minta lagi refill gratis.. hahaha..

    ReplyDelete
  2. huehehe..saya suka jus stroberinya, gan :)

    ReplyDelete
  3. I love bungatanjung..nice to meet u yaaa...I'm the owners...

    ReplyDelete

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...