Tuesday, 27 December 2011

Berkunjung ke Yayasan Kerajinan Amai Setia Koto Gadang :)

Halo, selamat pagi! :)
Apa kabar semua? Kali ini saya tulis post dalam bahasa Indonesia karena akan banyak yang mau diceritakan. 

Beberapa hari setelah pernikahan, sebelum kembali ke Pekanbaru, saya (bersama suami, hihihi :p) jalan-jalan di seputaran Bukittinggi. Sort of a simple yet lovely honeymoon. Awalnya berniat ingin berkunjung ke rumah teman baik, Quyat, di Nagari Koto Gadang, Agam. Meskipun sudah diluar Kota Bukittinggi, tapi hanya sekitar 20 menit saja dari pusat kota melewati Ngarai Sianok. Suatu kebetulan yang membahagiakan, di perjalanan menuju rumah Quyat, saya melewati Yayasan Kerajinan Amai Setia Koto Gadang! Saya sudah lama ingin berkunjung ke sini! Hore! ;D


Yayasan Kerajinan Amai Setia didirikan oleh Rky. Rohana Kudus pada 11 Februari 1911, sebagai tempat belajar bagi kaum perempuan. Di sini, yang dulunya bernama Sekolah Kerajinan Amai Setia, kaum perempuan diajarkan berbagai seni kerajinan menjahit, menyulam, merenda, tulis baca, ilmu hitung, dan ilmu agama. Rohana Kudus, juga sering disebut sebagai Kartini-nya Sumatra Barat, membuka peluang bagi kaum perempuan terhadap pendidikan dan memberikan mereka kesempatan untuk berkarya tanpa harus selalu tunduk pada diskriminasi. 


Menginjakkan kaki ke bangunan lama ini, saya merasa diliputi perasaan haru, kagum, sekaligus bangga yang luar biasa. Begitu hebatnya seorang perempuan dapat membangun sebuah pondasi pendidikan demi kemajuan kaumnya di tengah segala keterbatasan akses. Sejarah perjuangan Rohana Kudus untuk mendirikan Amai Setia dapat dilihat dari museum kecil yang terdapat di lantai dua. Tapi, malangnya saya, BATERE KAMERA HABIIIIIIIIISSS!! Museumnnya ga bisa dipoto T___T.

Saat ini Amai Setia menjual berbagai souvenir hasil kerajinan, seperti kain dengan sulaman "Kapalo Samek" dan "Suji" serta kerajinan perak. FYI, kainnya mahal ding, diatas satu jutaan, ah, tapi saya rasa itu pantas untuk harga sebuah ketelatenan dalam berkarya. We should respect craftsmanship! :)

Ini adalah kain yang disulam dengan "Kapalo Samek"


Ini kain yang disulam dengan sulaman "Suji". Menurut Quyat, tiap perempuan di Koto Gadang "wajib" memiliki kain-kain ini.


Selain hasil sulaman dan renda, kita juga bisa menemukan kerajinan perak di Amai Setia.


Saya membeli sebuah clutch dari bahan Beludru dengan hiasan jahit pola "Aceh", menurut uni penjualnya, dan suami saya sibuk memilah-milih "sarawa datuak", celana dengan pola agak mirip batik, yang kebanyakan dipakai oleh kaum laki-laki Minang pada acara-acara adat. Tapi, jaman sekarang banyak juga kaum muda yang memakai untuk gaya-gayaan dan menambahkan kesan "gaul beradat" :)


Berkunjung ke Koto Gadang bak berkunjung ke sebuah negeri dalam gambar saya di waktu SD. Nagari (sebutan untuk desa di Sumatra Barat), dengan rumah-rumah dan persawahan yang hijau dan menguning dengan latar Gunung Singgalang. Jika anda dari arah Bukittinggi ada dua jalan alternatif, pertama melewati Padang Luar, kedua melewati jalan di Ngarai Sianok. Yang kedua adalah highly recommended! Di penurunan dari Bukittinggi menuju Ngarai Sianok, anda dapat melihat beberapa lorong yang merupakan ujung dari Lobang Jepang, dan jika lapar sudah terasa, mampirlah ke Rumah Makan Itiak Lado Mudo tepat di sebelah kiri setelah penurunan (suatu saat saya akan buat post tentang ini). Silahkan menyusuri jalan aspal menuju Nagari Sianok yang selanjutnya akan berujung di Koto Gadang. Pemandangan indah ini pantas untuk diabadikan. We had sort of after-wedding photo shoot with Quyat as the photographer :D


Koto Gadang juga surga bagi pecinta kerajinan perak.


Saya, suami, dan Quyat. We are best friend ever! :)


Masih menurut Quyat, dulunya di masa penjajahan Belanda, banyak pejabat Belanda yang tinggal di sekitar Koto Gadang. Hingga saat ini, terlebih di hari-hari libur, beberapa turis yang kebanyakan datang dari Belanda datang untuk sekedar napak tilas, mencari tahu rumah tinggal kakek-kakek mereka dulu. Di perjalanan pulang kami bertemu dua orang turis yang berjalan kaki menuju arah Amai Setia. 

Sekali waktu, saya dan Quyat pernah ngobrol bahwa kami suatu hari nanti ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar seperti halnya yang telah dilakukan oleh Rohana Kudus. Beliau adalah kebanggaan. Seorang jurnalist, pengusaha, pengrajin sejati, dan pejuang hak-hak perempuan. Our Heroine :)


Love, Ika :)









17 comments:

  1. memang ya kalo ada bangunan tua berasa gimana gitu. perjalanan yang menyenangkan. ngomong2 kerajinan perak jadi inget di malioboro, yogyakarta. pengen ke sana lagi

    ReplyDelete
  2. oh ya? aku belum pernah ke Malioboro, mungkin suatu saat nanti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak salam kenal :)
      kalau boleh minta alamat detail jalan meunju yayasan amai setia mbak. saya da tugas akhir tentang kerajinan khas mbak. Makasih sebelumnya

      Delete
  3. love rikaaa...seneng bacanyaa....jadi ada yang bisa dikunjungi klo ke padang nanti sama suami ^.* kopdaarr heee

    ReplyDelete
  4. huaaa tar kapan2 kepadang lagi bisa nih mampir ketempatku mbak rika hehehehhehehe
    btw salam kenal mbak:)

    ReplyDelete
  5. waa...senang ada crafter sekampung :D salam kenal shelvi :)

    ReplyDelete
  6. Waah... reportase perjalanannya jadi bikin pengen jalan-jalan kesana juga, What a wonderful honeymoon trip :)...

    ReplyDelete
  7. hehe..just a simple honeymoon trip mba Vita :)..ayo berkunjung ke Bukittinggi mba!

    ReplyDelete
  8. I was returning your visit last night and this post caught my eyes, but I was too sleepy to read it, so I came back and here I am wanted to say "this is an awesome post, really like it. Thank you for sharing your experience. I visited west sumatra years ago and have to come back to show my husband :)

    ReplyDelete
  9. Mba Hany, once you come back, please let me know, it's gonna be a wonderful visit! :)

    ReplyDelete
  10. Harus berkunjung kamari kalau ka sumbar ko#agenda wajib untuk destinasi selanjtnya

    ReplyDelete
  11. Salam kenal Rika. Aduh bagus bangeut foto-fotonya, peraknya juga. Jadi pengen kesana.

    ReplyDelete
  12. salam kenal mba Pingkan, makasih udah berkunjung ke blog aku :)

    ReplyDelete
  13. salam kenal mbak :)
    keren postingannya, cerita tentang Yayasan Amai Setia.
    Salut banget sama Rang Kayo Rohana Kudus
    Jadi bangga..

    ReplyDelete
  14. salam kenal mbak :)
    kalau boleh mnta penjelasan detail alamat ke yayasan kerajinan amai setia mbak.
    kebetulan saya ada tugas tentang kerajinan khas bukittinggi dan sekitarnya :)

    ReplyDelete
  15. mbak salam kenal :)
    kalau boleh minta alamat detail jalan meunju yayasan amai setia mbak. saya da tugas akhir tentang kerajinan khas mbak. Makasih sebelumnya

    ReplyDelete

Hi, I love comments :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...